samagaha
pagi mentari tak sendiri
menyinari bumi bersama sang dewi
dan menuju
siang terang mentari berenang
menyelam di kedalaman rembulan
tenggelam dalam umbra kelam
redup dalam gulita gelap
sang batara kala mengaum menerkam sang surya
sekejap sangat kelam silam
fijar memancar
layaknya kilatan resih batara guru
menebas tirta kamandhanu
mencerai sukma dalam raga
meninggalkan kepala keabadian
pijar surya terpancar mendistorsi batarakala(144dtik)
disana di negri seribu padma
umat menyepi dalam sepi
melawati hingga ngembak geni
mengagungkan kala saka( tahun baru saka/hindu) penuh tirta amerta
disini di negri santri
umat berjamaah kusufisi syamsi
menolak murka ilahi robbi
menafakuri mentari
menyinari kembali
bumi illahi
Soeharto dan Tradisionalisme Jawa dari rizkibulsarra"s weblog I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang “tidak ada studi mengenai politik Indonesia – yang boleh melewatkan Presiden Soeharto sebagai seseorang yang telah mendominasi kehidupan nasional Indonesia selama 30 tahun”. [1] Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk menulis pemikiran Soeharto. Kebudayaan Jawa mempunyai pengaruh bagi Soeharto dalam menjalankan pemerintahannya. Soeharto sangat dipengaruhi oleh akar budayanya yang berasal dari Kemusuk, Jawa Tengah. Hampir sepanjang hidupnya Soeharto tampak tidak tertarik dan juga acuh dengan politik. Namun, ia akhirnya menjadi seorang yang menguasai politik di Indonesia. Dalam menguasai politik di Indonesia dan juga mempertahankan kekuasaannnya, ia menggunakan sistem patronase atau disebut bapakisme . [2] B. Tujuan Tujuan penulisan ini adalah memberikan sedikit gambaran mengenai pemikiran Soeharto yang dipengaruhi oleh Tradision...